Sekarang ini bulan puasa. Yang dilakukan adalah puasa segalanya kecuali aktifitas pekerjaan. Kalau kerja juga puasa, lha terus mau lebaran pakai apa?. Kita puasa makan, minum dan segala nafsu, baik nafsu apa saja termasuk nafsu birahi, karena kalau dilakukan pada saat puasa, maka akan membatalkan dan berdosa. Tapi kalau sudah berbuka puasa, tentu nafsu birahi itu bisa disalurkan (asal dengan orang yang sudah halal ya).
Biasanya kita berbuka puasa dengan makan sampai lahap sebagai balas dendam sebab seharian menahan lapar dan haus. Lalu setelah itu kekenyangan dan ambruk di sofa sambil nonton tv. Disaat orang lain semangat pergi ke masjid untuk sholat Tarawih, badan kita lemas dan males beranjak karena kenyang. Namun semakin malam, perut ini mulai lapar lagi. Maka dicarilah camilan camilan atau bahkan makan besar lagi. Menjelang tengah malam, ngantuk mulai menyerang, dan pergilah tidur. Disaat sahur tiba, kita bangun dan makan lagi. Ada yang disaat sahur makan banyak sekali sampai hampir muntah, katanya sebagai bekal tenaga untuk keesokan harinya bekerja. Padahal kerja dia dimulai jam 10 pagi dan selesai jam 1 siang, setelah itu pulang dan tidur sampai menjelang berbuka puasa.
Dari pola seperti ini, sudah tentu setelah bulan Ramadhan selesai, badan kita pasti akan bertambah gemuk. Pipi akan nampak tembem dan perut sedikit buncit. Otot otot menjadi lembek karena tidak terlatih dengan baik. Makanya kita tidak jarang pada saat lebaran bertemu kerabat atau kawan yang bertambah gemuk. Ini juga sebagai jawaban atas pertanyaan tentang puasa yang akan membuat kurus sebab tidak makan seharian. Tapi sebenarnya asal tidak rakus dan serakah dalam hal makanan, maka badan kita akan normal normal saja, tidak akan ada perubahan yang berarti setelah berpuasa sebulan penuh. Tapi kalau tiap hari balas dendam, mungkin bagi orang yang kurus akan ada manfaatnya.
Oh iya, satu yang kadang jadi pertanyaan. Disaat puasa kan perut tidak terisi makanan seharian, namun bukan berarti tidak ada yang akan dikeluarkan lho. Banyak kok yang disaat sedang puasa berangkat menuju jamban. Jadi bukan berarti kalau tidak ada yang masuk maka tidak ada yang dikeluarkan. (jw)