Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Setelah bertahun tahun bermain blog, membuat puluhan blog dengan platform yang berbeda, membuat berbagai macam tulisan dari berbagai sudut pandang, saya perlahan mulai sedikit memahami karakteristik pemain blog disini (mungkin juga disana). Rata rata pemain blog awalnya adalah orang orang yang bingung menghabiskan waktu luangnya dan tidak ingin dianggap ketinggalan jaman. Harga komputer yang makin murah dan akses internet yang bertambah mudah, menjadi salah satu alasan untuk memiliki blog sebagai pengisi waktu. Namun selain itu, banyak juga yang ngeblog dengan profesional, membagi ilmu pengetahuan kepada khalayak. Beramal ilmu lewat blog.

Namun banyak pemain blog yang sumpek menghadapi kenyataan bahwa blog nya sepi komentar. Jangankan komentar, pengunjung saja sangat sedikit.

Ada banyak sebab blog kita sepi pengunjung, antara lain:

  • Orang tidak mengenal siapa kita.
  • Blog kita tidak membahas sesuatu yang spesifik.
  • Kita jarang berkunjung dan meninggalkan jejak atau koment di blog lain.
  • Kita merasa bahwa blog kita yang terbaik di dunia maya.

Itu adalah penyebab umum yang juga pernah saya alami. lalu penyebab yang lebih spesifik adalah: Lanjut Baca »

Melihat orang ngetop disini rasanya ngiri juga ya. Artis ganteng dan cantik, bening bening, bajunya selalu bagus, gayanya oke, senyum selalu ditebarkan. Wah top. Kemana mana selalu jadi pusat perhatian, jadi rebutan untuk ingin bersalaman atau minta tanda tangan dan foto bareng. Kalau cewek top dan menarik sudah tentu mata lelaki akan menjelajahi setiap lekuk tubuhnya dari atas sampai bawah. Kalau cowok ganteng dan terkenal sering tiba tiba dirangkul dan dicium oleh penggemarnya bila ada di keramaian. Asik juga ya.

Tidak peduli dengan kehidupan yang sesungguhnya mereka rasakan, yang jelas terkenal dan punya banyak penggemar. Dan dari situ pula mereka bisa kaya raya dengan menjual pamor positif dimata masyarakat. Aaah, rasanya ingin juga ngetop dan terkenal seperti mereka. Berbagai cara sudah dilakukan. Bernarsis-ria di internet dengan memajang foto diri berbagai macam pose dan gaya. Tapi kok ndak terkenal juga ya. Lalu apa yang harus dilakukan untuk cepat terkenal dan dipuja puja banyak orang?.

Lalu datang seorang kawan memberi solusi mudah untuk cepat terkenal. Yaitu, Lanjut Baca »

Tahu Iwan Fals ? Pasti tahu lah. Si abang yang satu ini sangat terkenal di Indonesia bahkan sampai ke beberapa negara tetangga. Yang mengidolakan dia banyak sekali, mulai yang biasa biasa saja sampai yang fanatik luar biasa. Penyanyi balada yang berawal dari pengamen jalanan ini dikenal memiliki kharisma yang besar, dia dipuja puja dan selalu ditiru tingkah dan pola kehidupannya oleh para penggemar setianya. Lagu lagunya yang kritis menyuarakan atau memprotes keadaan begitu digemari. Dua nama kelompok yang bermuara dari fans Iwan Fals namanya cukup kita kenal, yaitu OI (Orang Indonesia) dan Iwan Fals Mania.

Iwan Fals yang dikenal sebagai pelantun lagu Bento ini sampai sekarang masih dikenal sebagai penyanyi yang ‘bersih’ dan ‘lurus’. Dia tidak pernah bikin atau dibikinkan gosip yang aneh aneh. Tidak seperti selebritis lain yang sekedar belanja di mall saja bisa jadi berita. Atau jalan dengan cewek lain saja bisa jadi rebutan media infotainment. Figur Iwan Fals yang berwibawa mungkin membuat para pencari berita sungkan untuk membuat gosip gosip yang tidak bermutu.

Dari seluruh kelebihan seorang Iwan Fals, saya menemukan fakta menarik dibalik kebesaran namanya. Ternyata Iwan Fals pernah mencuri motor dan dia ditangkap polisi. Lanjut Baca »

Hari lebaran, hari Idul Fitri, hari raya umat Islam sedunia. Hari yang ditunggu tunggu setelah sebulan berpuasa di Ramadhan. Hari yang dinanti nanti untuk berkumpul dengan keluarga atau bertemu dengan kawan kawan yang telah lama terpisahkan. Ya, dihari lebaran kita disini terbiasa untuk berkumpul dengan keluarga atau handai taulan. Sebuah acara yang biasanya dikemas agar waktunya pas supaya seluruhnya bisa berkumpul di satu tempat dalam waktu yang sama (tentu saja diluar kunjung mengunjungi rumah secara pribadi). Pada acara silaturahmi semacam ini biasanya dilengkapi dengan hidangan yang menarik.

Gembira sebab bertemu dengan keluarga yang lama tidak berjumpa, untuk melepas rindu atau sekedar pamer barang baru. Bersedih sebab salah satu kerabat telah mendahului kita. Semuanya terangkum dalam satu suasana yang bisa dikatakan bahagia dan meriah.

Namun ada satu poin yang biasanya kurang kita sadari namun selalu sadar dilakukan. Yaitu pada saat kita berkumpul, tentu mudah sekali untuk kita bergosip. Membicarakan orang lain baik yang ada ditempat lain, atau bahkan ada diruangan yang sama!. Lanjut Baca »

Hari ini adalah Idul Fitri, hari yang dinanti nanti. Semua pasti senang merayakannya. berkumpul dengan keluarga dan handai tolan. Berkunjung ke banyak kerabat sanak famili sampai teman-teman berkumpul dengan segala bentuk model caranya. Seharian keliling dari satu rumah ke rumah yang lain, menikmati suguhan yang beragam. Mulai biskuit, roti kering, kue basahan sampai makan siang atau malam dengan nasi dan sebagainya. Belum lagi minuman yang disediakan, mulai air putih, kopi, teh, hingga sirup atau soft drink.

Semua bisa dipastikan habis kita lahap, sebab kalau tidak (minimal) mencicipi suguhan saat kita bertamu atau bersilaturahmi lebaran, maka itu ada yang menganggap tidak sopan. Maka selain rakus atau memang lapar, tentu diantara kita juga menghormati tuan rumah apabila menghabiskan suguhan yang disajikan.

Berbagai model dan bentuk serta rasa yang kita nikmati di hari pertama lebaran ini, semua bercampur aduk didalam usus. Bayangkan setelah sebulan berpuasa, kemudian di hari pertama lebaran perut ini langsung diisi berbagai menu santapan yang ndak karuan bentuk dan rasanya (bukan berarti tidak enak lho). Semua dicampur dan diaduk dalam perut seperti kita membuat juice buah buahan.

Akibatnya apa?.. Ya sudah tentu bagi yang biasa rutin dan disiplin untuk makanan selama bulan Ramadhan akan kaget. Maka jambanlah pos check point yang akan dituju. Bisa disegala momen dan waktu. Bisa saat sedang dirumah kerabat, kalau tidak tahan bisa ke jamban umum (kalau ketemu) atau ditahan untuk disetorkan sesampainya dirumah. Dan mungkinkah ada yang sampai tidak kuat dan buang air di pinggir kali? Ah, tidak menutup kemungkinan. hehehe.

Yah, inilah lebaran yang bagi sebagian orang adalah hari ‘balas dendam’ untuk makanan. (jw)

Barusan ada temen kirim sms yang isinya :

Selamat lebaran, cepat mudik dan jangan kembali lagi!.

Dan berlanjut sms dari temen yang lainnya :

Selamat Idul Fitri, kalau pulang kampung kembalinya jangan bawa teman ya, salam buat keluarga.

Aneh? Mungkin aneh, mungkin tidak, sebab aku jarang terima sms yang seperti ini. Tapi aku nanggepinya cuma sekedar bercanda. Namun kalimat sederhana itu tampaknya seperti kritikan buat yang lainnya. Kenapa?. Seperti kita tahu, kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Jogja, dsb setiap lebaran tampak sepi dan lengang. Karena banyak penduduknya yang pergi ke kampung halaman. Pembangunan yang tidak merata menyebabkan orang berduyun-duyun pergi ke satu titik yang sama, yaitu kota besar untuk mencari kerja. Sebab di tempat asalnya lahan pekerjaan sangat sedikit dan kalaupun ada hasilnya kurang memuaskan.

Kalimat dalam sms diatas memang bisa berarti sindiran bagi pendatang di kota besar. Penduduk asli kota besar (mungkin) ada yang tidak suka dengan pendatang dengan berbagai alasannya. Meskipun sebenarnya mereka juga membutuhkan peran pendatang untuk semakin menambah gemerlapnya kota mereka, untuk menjalankan roda perekonomian disana, untuk meringankan pekerjaan mereka. Yah, inilah realita yang ada. Lebaran – mudik – kembali – bawa teman – bawa tetangga – bawa kambing – bawa masalah, begitu seterusnya tidak pernah usai selama lapangan kerja tidak merata dan perekonomian semakin modar.

Tapi lama kelamaan aku merasa aneh dengan sms ini. Perasaan banyak yang memukul rata kalau semua yang tinggal di kota besar adalah pendatang. Minimal orang tuanya adalah pendatang dan mereka ikut dibawa merantau. Dan sms kedua temanku ini meski aneh namun masih bisa bikin aku ketawa. Bukankah aku tidak pernah mengenal yang namanya mudik?. Lha wong dari bayi sampai cari makan dan buang hajat dijamban tetap berada dikota yang sama? :) . Makannya boss, kalau berteman jangan asal saja, selidiki pula riwayat hidupnya, hahaha. Dalam kesempatan ini saya turut mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1429 H”. Mudah-mudahan banyak orang yang tobat. (jw)

Jamban Suci

Terhitung dua hari kedepan sejak tulisan ini diketik, kita akan menyambut hari besar Idul Fitri yang insya Allah jatuh pada tanggal 1 Oktober. Benar benar tidak terasa ya, seperti baru kemarin kita masuk di bulan Ramadhan, begitu cepat waktu ini berjalan. Insya Allah di bulan Ramadhan ini kita berhasil menyucikan diri dari segala dosa yang pernah diperbuat.

Ibarat jamban, diri kita setiap hari diisi dengan sesuatu yang bisa baik dan bisa pula buruk. Semua kebaikan meninggalkan bau yang harum, dan kotoran yang dibuang selalu kita siram dengan amal kebaikan seperti sholat. Kalau amal kebaikannya dilakukan dengan ikhlas, insya Allah kotoran itu cepat turun dan membuat diri kita bersih.

Di penghujung bulan Ramadhan ini jamban jamban di hati kita saya asumsikan sudah tampak bersih dan suci kembali seperti baru. Kotoran yang menempel sudah disikat habis, kerak kerak sudah tiada, parfum telah disiramkan kedalamnya. Pokoknya bersih. Nah, apakah setelah Ramadhan usai, jamban dihati kita akan dikotori lagi tanpa pernah berusaha menjaganya tetap bersih?. (jw)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.